Dari 6 bersaudara saya adalah anak terakhir dan satu-satu nya anak dari bapak Said dan Darti yang masih duduk di Banku Sekolah Menengah Kejuruan pada saat itu, kakak pertamaku Siti Chayatun dia sudah berkeluarga dan mempunyai 2 orang anak, sedangkan kakak saya yang kedua Syaeful Anwar dia juga sudah berumah tangga dan memiliki 1 orang anak, dia bekerja di salah satu perusahaan swasta, kemudian kakak saya yang ketiga dia sudah meninggal ketika saya duduk di kelas 1 Sekolah Menengah Pertama karena Sakit, dan Apriyanti dia adalah Kakak saya yang keempat, kondisi dia berbeda dengan orang-orang pada umumnya, dia memiliki keterbelakangan mental karena sakit keras ketika dia masih kecil, yang membuatnya dia tidak bisa berbicara dan berjalan secara normal tapi dengan keadaan yang seperti itu dia masih bisa membantu Orang Tua dengan membantu memasak, dan membuat olahan kue, oh iya Orang Tuaku mempunyai Usaha kecil-kecilan yaitu membuat kue onde-onde yang merupakan salah satu jajanan Pasar. dan kakakku yang kelima dia pun sudah meninggal ketika saya masih berumur 5 tahun. karena penyakit paru-paru yang dideritanya sudah sangat parah sehingga dia tidak kuat bertahan terhadap penyakitnya, dia meninggal ketika dia duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar.
Orang tua saya mereka adalah lulusan SD mungkin pada saat itu Pendidikan tidak terlalu diutamakan disamping Ekonomi tingkat pendidikan tidak menjadi prioritas pada saat itu, tapi meskipun mereka hanya lulusan SD saya sangat kagum kepada mereka berdua, Kenapa ?, entah saya pun tidak mengerti yang jelas mereka dapat membuat saya merasa mendapatkan apa yang saya inginkan, tapi ini bukan dalam hal materi loh, mereka itu dapat membuat kami termotivasi untuk membahagiakan mereka, itu terlihat dari kakak saya yang pertama, dia di terima di sekolah Favorit yang sebenarnya sekolah itu bukan untuk kalangan kami, dan kakak saya yang kedua dia menjadi Juara Umum di sekolah nya sebagai Lulusan terbaik itulah yang membuat saya kagum kepada mereka.
tapi saya bingung kenapa itu tidak terjadi padaku ?, ketika saya masih duduk di taman Kanak-kanak saya hampir aja tidak diizinkan untuk melanjutkan ke Sekolah Dasar karena menurut Guru saya masih belum mampu untuk melanjutkan ke sekolah dasar (betapa malangnya saya waktu itu TK saja tidak Lulus :c . ..)
tapi Ibu ku tidak terima kalau anak nya harus menunggu satu tahun lagi untuk melanjutkan ke Sekolah dasar, karena saya pada saat itu sudah berumur 7 tahun, mungkin ibu rasa sudah cukup untuk duduk di Sekolah Dasar dan akhirnya setelah bernegosiasi dengan memberikan alasan kepada Guru yang membimbingku akhir nya saya Lulus TK (horeeeee. . .), kemudian saya mendaftar ke salah satu sekolah dasar di Desa ku, Tepatnya sekolah itu beriringan dengan sekolah TK ku . tidak cukup disitu kemalanganku dalam menempuh Pendidikan :(, ketika saya duduk dikelas 1 SD saya adalah salah satu murid yang mempunyai kemampuan paling bawah dibanding teman-temanku yang lain, masih teringat sekali ketika ibuku menunggu saya sekolah, ibuku menunggu di luar kelas, sambil melihat saya yang sedang belajar dari pintu kelas, entah karena kasihan tau kenapa, ketika ibu memberi pertanyaan di kelas, ibuku berusaha memberi jawaban atas pertanyaan dari guru itu dengan isyarat sambil tersenyum2, namun karena tidak terlalu jelas saya hanya melongo tampang bloon :o, mungkin maksud ibuku pada saat itu adalah karena ibu tau kalau saya tidak pernah bisa menjawab pertanyaan dari gurunya (betapa hinanya saya hehe)
bersambung . . . . :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar